Home Kabar Daerah ATAP SEKOLAH AMBRUK DI CIAMBAR, UJIAN SISWA TETAP BERJALAN DENGAN FASILITAS DARURAT

ATAP SEKOLAH AMBRUK DI CIAMBAR, UJIAN SISWA TETAP BERJALAN DENGAN FASILITAS DARURAT

21
0
SHARE
ATAP SEKOLAH AMBRUK DI CIAMBAR, UJIAN SISWA TETAP BERJALAN DENGAN FASILITAS DARURAT

Bidikperistiwa.my.id // SUKABUMI, 3 Mei 2026 — Sebuah bangunan sekolah dasar di Kampung Ciganas, RT 01/RW 02, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan berat setelah bagian atap dua ruang kelas ambruk pada Minggu pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk serta intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun aktivitas belajar siswa sempat terganggu, terutama menjelang pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) bagi siswa kelas 6 yang dijadwalkan dimulai pada Senin.

Kepala sekolah setempat menjelaskan bahwa ruangan yang ambruk sebelumnya telah dipersiapkan untuk pelaksanaan ujian. “Seluruh perlengkapan ujian sudah disiapkan oleh guru sejak kemarin. Namun karena kondisi bangunan yang sudah tua dan hujan deras, atap ruang kelas tidak mampu menahan beban,” ujarnya.

Diketahui, bangunan sekolah tersebut berdiri sejak tahun 1990, setelah sebelumnya direlokasi dari lokasi lama pada 1981. Pada tahun 2010, sekolah sempat mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan enam ruang belajar. Namun, hingga kini belum ada renovasi lanjutan, sehingga kondisi bangunan mulai mengalami kerusakan.

Salah seorang guru menambahkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan kepada dinas terkait. “Sudah sering kami ajukan, bahkan beberapa kali dilakukan pendataan. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Harapan kami tentu agar segera ada pembangunan kembali demi kenyamanan dan keselamatan siswa,” ungkapnya.

Meski dua ruang kelas mengalami kerusakan berat, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan. Pihak sekolah akan memanfaatkan tiga ruang kelas yang masih layak pakai serta fasilitas lain di lingkungan sekitar, termasuk musala milik masyarakat yang telah mendapat izin untuk digunakan sementara.

“Untuk kelas 1 dan 2, kami akan menggunakan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah, termasuk musala warga. Jadi tidak ada libur, kegiatan belajar tetap berjalan,” jelas pihak sekolah.

Data sementara mencatat jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 124 orang, dengan total enam rombongan belajar. Kondisi ini membuat keterbatasan ruang kelas menjadi tantangan tersendiri pasca kejadian.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Kecamatan Ciambar telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan unsur terkait seperti pemerintah kecamatan, desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Tagana, dan relawan Pramuka Peduli.

BPBD menyebutkan bahwa material atap yang ambruk hingga saat ini belum sepenuhnya dibersihkan. Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah perbaikan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal.

Pihak BPBD juga merekomendasikan pembuatan berita acara kejadian serta pengajuan permohonan bantuan kepada instansi terkait. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Di sisi lain, pihak sekolah menyebutkan bahwa usulan rehabilitasi bangunan sebenarnya telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” ujar salah satu perwakilan sekolah.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur pendidikan, terutama bangunan yang telah berusia puluhan tahun, guna menjamin keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Redaksi