Home Kabar Daerah Jatah Elpiji 3 Kg Dipangkas, Warga Tutar Polman Kesulitan Dapatkan Gas Sesuai HET

Jatah Elpiji 3 Kg Dipangkas, Warga Tutar Polman Kesulitan Dapatkan Gas Sesuai HET

87
0
SHARE
Jatah Elpiji 3 Kg Dipangkas, Warga Tutar Polman Kesulitan Dapatkan Gas Sesuai HET

Keterangan Gambar : Ibu-Ibu Rumah Tangga

Bidikperistiwa.my.id_ Polewali Mandar_ Sejumlah pemilik pangkalan resmi elpiji 3 kilogram bersubsidi di bawah naungan PT Hafsa Utama Gas di Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mengeluhkan pemangkasan kuota pasokan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Dampaknya, warga setempat kian sulit mendapatkan gas bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500 per tabung.

Salah satu pengelola pangkalan di Kecamatan Tutar berinisial AD mengungkapkan, pasokan yang diterimanya terus menyusut secara bertahap. Mulanya, ia mendapat jatah 320 tabung per bulan, lalu berkurang menjadi 280 tabung, hingga kini tersisa 180 tabung per bulan.

"Sudah lama  jatah kami terus dipangkas. Padahal permintaan warga semakin meningkat, apalagi mayoritas masyarakat di sini menggunakan elpiji bersubsidi untuk kebutuhan memasak. Begitu barang datang, dalam waktu singkat sudah habis diserap Warga" ungkapnya, Selasa (4/8/2026).

Akibat kelangkaan ini, memaksa sejumlah ibu rumah tangga di Desa Tutar mengaku terpaksa membeli gas elpiji ke pengecer di luar wilayah, seperti Kecamatan Luyo, Mapilli, hingga Wonomulyo, dengan harga melonjak drastis mencapai Rp40.000 hingga Rp49.000 per tabung.

Tak hanya soal pengurangan jatah, AD membeberkan masalah lain dalam alur distribusi. Ia mengaku terpaksa menjual di atas HET karena armada pengangkut dari agen tidak mengantarkan gas langsung ke titik pangkalan resmi di Tutar.

"Sopir pengangkut tidak membongkar muatan di pangkalan kami, melainkan di Lena, Kecamatan Luyo. Akibatnya, kami harus menjemput sendiri pasokan tersebut dengan menyewa angkutan tambahan seharga Rp500.000 per sekali jalan. Jika agen mengantar langsung sampai ke pangkalan, kami tentu menyalurkan ke warga sesuai HET Rp18.500," terang AD.

AD mendesak PT Hafsa Utama Gas untuk mengembalikan kuota pasokan pangkalan ke jumlah semula dan mengevaluasi alur pengiriman agen agar tidak merugikan pengelola pangkalan maupun masyarakat konsumen. Senada dengan pemilik pangkalan, para ibu rumah tangga di Tutar turut berharap pihak agen segera menambah kuota distribusi agar warga mudah mendapatkan gas bersubsidi dengan harga normal. (HS)